Life After Graduate #1
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Halo JJers... hehe perhari ini aku patenin sapaan buat yang baca tulisan di blog ini sebagai JJers (read: jijiers). Why? ya mau aja sih soalnya nama blognya kan jurnal jeda jiwa wkwkwk.
Ah iya kali ini mau bahas apa?
Kayaknya menarik kalau cerita kali ini mengenai life after graduate?.
Well setelah lulus dan wisuda aku nggak langsung apply kerjaan, dan ini adalah sebuah kesalahan besar buat fresh graduate kayak aku. Seharusnya aku udah harus mulai apply-apply lamaran gitu dari pas semester 7. Tapi lagi-lagi ini adalah kebodohan dan kesalahan terbesar aku yang milih leha-leha dan santai aja.
Oiya balik ke pembahasan tadi di mana aku nggak langsung apply kerjaan pas lulus, jadi itu karena aku sibuk bolak-balik RS buat ngurusin kesehatan aku. Jadi sejak 2021 tuh aku ada benjolan di leher, dari hasil USG sih katanya itu limfadenopati, dan baru pas bulan Maret 2023 kemarin aku diberi tindakan biopsi eksisi.
Aku wisuda tanggal 20 Desember 2022, dan setelah wisuda aku pulang ke rumah di kampung halaman dan menikmati waktu bersama keluarga. Memasuki bulan Januari hingga Februari aku kembali ke Makassar untuk melanjutkan sesi kontrol dengan dokter, dan selanjutnya aku mengurus prosedural dan dokumen yang diperlukan untuk berkas administrasi tindakan operasi di bulan Maret. Kayaknya waktu itu aku 3/4 hari di rumah sakit, ketemu teman baru namanya Ekky dia juga mau operasi tapi di gusi.
Setelah keluar dari RS aku nungguin hasil patologi analisis dari sampel jaringan yang diambil pas operasi, dan singkat cerita setelah ada diagnosa yang nunjukin aku suspek TB, kemudian aku dipindahkan ke poli paru terus di sini aku dapat pemeriksaan dahak/sputum melalui tes TCM, foto rotgen thorax, dan tanya jawab dengan dokter spesialis paru. Hasil TCM ku negatif yang artinya aku nggak mengidap TB paru dan dokter menyimpulkan itu sebagai TB kelenjar, katanya ini jenis TB ekstra paru yang sifatnya tidak menular, gejalanya pun ringan bahkan bisa jadi tidak ada pada beberapa pasien dan salah satunya aku.
Next singkat cerita aku dirujuk balik ke faskes tingkat pertama untuk menjalani pengobatan berupa OAT selama 6-12 bulan. Syukurnya aku tidak merasakan efek samping apapun, alhamdulillah. Di beberapa artikel yang kubaca banyak pasien TB yang merasakan efek samping dari pengobatan OAT itu sendiri dan memang balik lagi tergantung imun pasiennya. Hari ini saat tulisan ini dibuat aku sudah memasuki bulan ke 4 pengobatan. Tapi aku jadi sedikit kepikiran apa jangan-jangan dokter salah dalam menyimpulkan hasil pemeriksaanku. Soalnya dari yang kubaca, seharusnya setelah mulai pengobatan benjolan yang ada akan mengecil tapi benjolan di leherku sama sekali tidak, bahkan sepertinya agak bertambah besar saat kuraba beberapa hari ini saat demam.
Entahlah... sejujurnya aku sangat pusing dan beban pikiran kalau perihal kesehatan, karena kesehatan aku jadinya ada hambatan kalau mau ngeapply kerjaan. Terakhir kali aku resign dari kerjaanku sebagai operator entry di BPS karena demam. Khawatir akan ngebuat benjolan di leherku makin gede karena tekanan beban kerja dan kurangnya istirahat yah dengan berat hati aku mengajukan resign setelah masuk kantor selama 4 hari, itupun aku harus mengembalikan dana hampir setengah juta. Sudah cape, mines lagi wkwkwk sedih banget yah semoga saja nanti dapat opportunity yang lebih baik. Semoga Allah beri kesempatan
Sampai sini dulu, mari bertemu cerita lainnya di next post :)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar